Selasa, 03 Februari 2009

KEESAAN ALLAH

KEESAAN ALLAH

oleh :

H. ZULKIFLI IMAM SAID

Firman Allah:

قُلْ هُوَ اللَّهُ أَحَدٌ(1)اللَّهُ الصَّمَدُ(2)لَمْ يَلِدْ وَلَمْ يُولَدْ(3)وَلَمْ يَكُنْ لَهُ كُفُوًا أَحَدٌ(4)

Artinya: Katakanlah: "Dia-lah Allah, Yang Maha Esa, Allah adalah Tuhan yang bergantung kepada-Nya segala sesuatu. Dia tiada beranak dan tiada pula diperanakkan, dan tidak ada seorang pun yang setara dengan Dia". (QS. Al Ikhlash:1-4)

Allah menyuruh Nabi kita, (قُلْ) katakan. Huwa itu maksudnya Allah. Maksudnya itu, Allah adalah sumber segala-galanya. (قُلْ هُوَ اللَّهُ أَحَدٌ) Katakanlah: "Dia-lah Allah, Yang Maha Esa. Kita hidup tapi hidup kita tidak sama dengan Allah. Kita dihidupkan sedang Allah tidak dihidupkan tapi Maha Hidup. Kita dihidupkan ada awalnya dan ada pula batas akhir hidup kita.

Kita mengetahui karena Allah yang memberi tahu kita. Tapi Allah Maha Mengetahui. Sehingga Nabi kita mengatakan, “Seandainya ada semut hitam di batu yang hitam dan dalam keadaan gelap gulita tetap akan terlihat oleh Allah Swt. Jadi keyakinan-keyakinan ini harus duduk pada umat islam. Kalau tidak berarti tidak punya tauhid. Hati ini harus benar-benar yakin dengan kekuatan Allah. Harus yakin bahwa Allah melihat kita.

Kita sebagai manusia, siapapun kita dan kekuasaan yang dimiliki tetap melalui sebuah proses. Sedang Allah tidak melalui proses apapun. ”Dia tiada beranak dan tiada pula diperanakkan”, jelas maksud ayat ini bahwa Allah tidak melalui proses. Tapi alam ciptaan Allah semuanya melalui proses. Allah menyuruh kita meminta kepada-Nya. (اللَّهُ الصَّمَدُ) tidak meminta pada yang lain.

Kata Nabi, jadikan dirimu budak Allah maka yang lain tidak akan memperbudakmu. Tapi jika kita tidak menjadikan diri sebagai budak Allah maka orang lain akan memperbudak kita. Lebih baik kita memiliki 1 pimpinan dari pada banyak pimpinan yang menyuruh kita ini itu dan membuat kita bingung saja. Sedang Allah jelas perintahnya dan jelas imbalannya.

Orang yang menjadi budak Allah akan disejukkan hatinya dan diberi petunjuk. Dengan petunjuk inilah hatinya jalan. Kalau tidak seperti ini maka manusia akan hidup dalam kegelapan. Syaid Qutub mengatakan, “Allah tunjukkan jalan yang terang dan jalan yang penuh kasih sayang tapi dia justru masuk kedalam lumpur-lumpur jahiliah. Maka dia adalah manusia yang paling bodoh.

Hendaknya dengan segala kerendahan hati meminta pada Allah agar dibukakan jalan yang benar. Seperti ketika berbuat salah langsung beristigfar memohon ampunan Allah. Kalau seperti ini yang kita terapkan, masya Allah tidak terbayangkan kekuatan Islam yang akan terkumpul

ISTIQAMAH

ISTIQAMAH

Oleh : H. Zulkifli Imam Said

Firman Allah QS. Al-Ahqaf : 13

إِنَّ الَّذِينَ قَالُوا رَبُّنَا اللَّهُ ثُمَّ اسْتَقَامُوا فَلَا خَوْفٌ عَلَيْهِمْ وَلَا هُمْ يَحْزَنُونَ

Artinya : ”Sesungguhnya orang-orang yang mengatakan: "Tuhan kami ialah Allah", kemudian mereka tetap istiqamah maka tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan mereka tiada (pula) berduka cita”.(Q.S. Al Ahqaaf:13)

Dalam ayat ini kita diperintah untuk istiqamah. Istiqamah berasal dari kata mustaqim yang berarti lurus. Jadi orang yang istiqamah adalah orang yang tetap berada dijalan yang lurus, kalau dijalan yang berkelok maka tidak istiqamah namanya.

Apapun aktifitas kita, maka kita tetap harus istiqamah. Misalnya soal bangun pagi, di bulan Ramadhan kita bangun jam 3.30 WIB atau jam 04.00 WIB, maka kita istiqamah apa yang telah kita programkan itu tidak hanya di dalam bulan ramadhan tetapi juga di luar bulan ramadhan. Kesempatan ini kita gunakan untuk melakukan shalat tahajjut atau untuk makan sahur puasa sunat.

Orang yang berhasil adalah orang yang istiqamah. Misalnya berkebun, selama seminggu kita rawat, digemburkan tanahnya setelah itu kita biarkan pula seminggu, tanaman yang mekar hasil karya kita seminggu langsung rusak karena tidak dirawat, jelas tidak membuahkan hasil kalau tidak istiqamah.

Pedagang yang tidak istiqamah juga tidak bisa memperoleh hasil yang maksimal. Sekarang dia buka jam 7 besok jam 8 lalu jam 9 kemudian jam 8 lagi, jelas membuat bingung pelanggan dan ini tidak membuahkan hasil yang maksimal.

Sebenarnya untuk istiqamah, orang Islam lah yang harusnya terlebih dahulu untuk istiqamah dalam hidup. Kita ada ibadah shalat yang menyuruh kita untuk istiqamah. Kita istiqamah shalat 5 kali sehari dengan waktu yang telah ditentukan, orang yang benar menjaga waktu shalatnya maka akan lahir sikap istiqamah dalam hidupnya. Kalau magrib dia shalat kemudian isya tidak maka dia tidak akan bisa diajak kerja sama karena dia orang yang tidak istiqamah. Orang yang tidak istiqamah akan jauh dari kebaikan sedangkan orang yang istiqamah (perjuangannya) tinggi, rela berkorban untuk menjaga keistiqamahannya.

Orang yang istiqamah berada dijalan Allah maka malaikat akan turun kepadanya. Malaikat lambang kebaikan, jadi orang yang istiqamah akan turun kebaikan pada dirinya.

Alhamdulillah nikmat yang kita rasakan ketika mau istiqamah dalam kebaikan, terasa sekali kemudahan yang Allah berikan. Tidak terpikir sebelumnya oleh kita lalu ada saja ilham dihati untuk mengerjakannya, setelah dikerjakan ternyata mendatangkan keuntungan yang banyak. Maka merugilah orang yang tidak mau istiqamah dalam hidupnya.

Kalau kita lihat yang paling berharga dalam hidup ini adalah kesehatan, setelah itu adalah harta. Orang yang tidak turun malaikat kepadanya atau tidak turun kebaikan kepadanya maka akan susahlah hidupnya. Allah beri kesehatan, kalau mau pergi jauh tidak bisa karena harta tidak ada. Begitu juga Allah berikan harta tapi kita sakit, ini juga berat dan lebih berat lagi kita sakit harta tidak ada. Jangankan untuk membeli obat, membeli makan saja tidak bisa.

Untuk itu mari kita jadikan ayat ini untuk memacu diri kita agar tetap istiqamah dalam kebaikan, istiqamah dalam ibadah, menjaga kesehatan dan istiqamah dalam mencari rezki yang halal sehingga kita terhindar dari kesulitan hidup didunia maupun diakhirat.

Alhamdulillah nikmat yang kita rasakan ketika mau istiqamah dalam kebaikan, terasa sekali kemudahan yang Allah berikan. Tidak terpikir sebelumnya oleh kita lalu ada saja ilham dihati untuk mengerjakannya, setelah dikerjakan ternyata mendatangkan keuntungan yang banyak. Maka merugilah orang yang tidak mau istiqamah dalam hidupnya.

Islam Kaffah

Islam Kaffah

oleh :

H. ZULKIFLI IMAM SAID

Firman Allah:

يَاأَيُّهَا الَّذِينَ ءَامَنُوا ادْخُلُوا فِي السِّلْمِ كَافَّةً وَلَا تَتَّبِعُوا خُطُوَاتِ الشَّيْطَانِ إِنَّهُ لَكُمْ عَدُوٌّ مُبِينٌ(208)

Artinya: Hai orang-orang yang beriman, masuklah kamu ke dalam Islam secara keseluruhannya, dan janganlah kamu turut langkah-langkah syaitan. Sesungguhnya syaitan itu musuh yang nyata bagimu.( QS. Al Baqarah:208)

Allah mengingatkan kita orang-orang yang beriman agar masuk kedalam Islam secara sempurna. Sempurna dalam arti kata tidak terikuti langkah-langkah syaitan.

Ada beberapa ciri-ciri orang yang masuk kedalam islam secara menyeluruh dan sempurna:

1. Mengerjakan atau meninggalkan sesuatu karena Allah Swt.

Tidak mau berbohong bukan karena takut pada manusia tapi takut pada Allah. Mengerjakan shalat, puasa dan berhaji bahkan berbuat baik demi mendapat keridhoan Allah. Apa yang tiak Allah sukai ditinggalkannya karena takut murka Allah.

2. Tidak mengharap imbalan dan sanjungan dari manusia.

Bagi manusia, jika kita menguntungkan dia maka dia akan baik pada kita. Tapi jika kita tidak memberi keuntungan lagi padanya maka dia akan menjadi musuh kita. Kata Imam Ghazali, Orang-orang yang bersahabat karib tatkala memiliki kepentingan yang berbeda akan menjadi musuh. Bahkan anak bisa menjadi musuh orang tuanya.

3. Sangat mengharap balasan dari Allah Swt.

Apapun yang dilakukannya dia selalu bergantung dan meminta pertolongan pada Allah. Sekecil apapun yang dikerjakannya dia meminta kekuatan pada Allah. Pada waktu makan dia betul-betul meminta agar apa yang dimakannya akan membuat dia sehat.

Ketika berkendaraan membaca bismillah mengharap keselamatan dari Allah. Belajar dan berusahapun juga mengharap ridho Allah agar diberi kemudahan dalam menghadapinya.

4. Sangat takut akan dosa dan azab Allah Swt.

Orang yang mau menahan nafsunya agar tidak tergelincir kedalam dosa. Dia tidak ingin memakan sesuatu yang berasal dari sumber yang haram. Daging yang tumbuh dari yang haram, nerakalah tempatnya. Ingatlah jika dewasa nanti pastikanlah kita bekerja ditempat yang jelas sumber uangnya itu halal.

5. Sangat harap pada buah kebaikan.

Seperti kisah Ashabul Kahfi yang selamat terkurung dari dalam goa karena kebaikan yang pernah dilakukannya. Oleh karena itu perbanyaklah amal kebaikan dan niatkan segala sesuatu itu karena Allah. Semua itu insya Allah tidak sia-sia disisi Allah.

Mudah-mudahan kita bisa amalkan kelima-lima ini. Bermohon kepada Allah agar kita betul-betul menjadi umat-Nya yang paham akan perintah dan larangan Allah. Insya Allah akan selamat dunia dan akhirat.

IMAN DAN ILMU

IMAN DAN ILMU

Oleh : H. Zulkifli Imam Said


Firman Allah Q.S. Al-Mujadilah : 11

يَاأَيُّهَا الَّذِينَ ءَامَنُوا إِذَا قِيلَ لَكُمْ تَفَسَّحُوا فِي الْمَجَالِسِ فَافْسَحُوا يَفْسَحِ اللَّهُ لَكُمْ وَإِذَا قِيلَ انْشُزُوا فَانْشُزُوا يَرْفَعِ اللَّهُ الَّذِينَ ءَامَنُوا مِنْكُمْ وَالَّذِينَ أُوتُوا الْعِلْمَ دَرَجَاتٍ وَاللَّهُ بِمَا تَعْمَلُونَ خَبِيرٌ


Artinya : ”Hai orang-orang yang beriman, apabila dikatakan kepadamu: "Berlapang-lapanglah dalam majelis", maka lapangkanlah, niscaya Allah akan memberi kelapangan untukmu. Dan apabila dikatakan: "Berdirilah kamu, maka berdirilah, niscaya Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat. Dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan” (Q.S. Almujaadilah:11).

Ayat ini mengatakan orang beriman dan berilmu akan diangkat oleh Allah beberapa derajat. Orang beriman adalah orang yang mempunyai keyakinan kuat tidak berubah-ubah kepada Allah SWT, tidak sama orang beriman dengan yang tidak beriman. Orang beriman tidak ada yang diharapkannya selain balasan dari Allah sedangkan orang yang tidak beriman yang diharapkannya pujian orang, ada udang dibalik batu seperti menangkap ikan , kelihatannya makanan ternyata dibalik makanan ada besi runcing yang siap menerkamnya.

Orang beriman ketika menolong orang, tidak mengharapkan balasan dari orang yang ditolongnya, dia hanya mengharapkan balasan dari Allah SWT. Begitu juga dia tidak akan mau menzalimi orang lain karena dia takut Allah akan membalasnya.

Seperti Sulaiman ketika ditawari harta oleh Ratu Balqis, Sulaiman tidak menerima dan mengatakan harta yang diberi Tuhanku lebih baik. Beda sekali sikap rohani yang berisi dengan iman. Seperti Yusuf, dengan kekuatan iman mampu mengelak dari ajakan wanita cantik. Yusuf mampu mengatakan “Penjara Lebih Aku ingini Dari Pada Mengikuti Keinginan Wanita”. Masya Allah, padahal kalau dia mau mengikuti ajakan wanita tersebut, dia akan aman karena yang mengajaknya pejabat kerajaan, kalau pejabat yang melakukan kesalahan maka kesalahan itu bisa ditutupi, tapi yang dilakukannya menentang ajakan wanita tersebut.

Orang-orang beriman banyak sekali keistimewaannya, diantaranya selalu berbuat baik, mau menanggung resiko, tinggi kejujurannya. Ketika Nabi Ayub a.s diserang penyakit sehingga ditinggal pergi anak dan istrinya,dia mampu mengatakan “Penderitaanku berat tapi Tuhanku Maha Pengasih dan Penyayang”. Karena kekuatan iman dan ketabahan, Nabi Ayub akhirnya sehat dan anak beserta istri kembali kepadanya.

Diayat ini Allah juga mengangkat orang berilmu beberapa derajat. Sebelumnya telah kita sampaikan 7 keutamaan dari banyaknya keutamaan yang didapat orang berilmu yaitu : 1.Memudahkan urusan, 2. Mendatangkan rezeki, 3. Memperkuat keimanan, 4. Akan mulia, 5. Dijadikan pemimpin, 6. Memperpendek waktu, 7. Alat kesuksesan.

Untuk mendapatkan ilmu itu tidaklah mudah. Ada beberapa hal yang harus kita perhatikan diantaranya :

1. Tabah

Untuk mendapatkan ilmu harus tabah. Kita lihat balita dalam proses pertumbuhannya diawali dengan demam, sehingga ketika demam orang akan katakan “Demam Penambah Ilmu”. Ketika pertumbuhan dari duduk ke berdiri, berdiri ke berjalan biasanya diawali dengan demam, nampak bayi pun untuk menambah ilmu harus dengan bersusah payah dahulu. Anak yang tinggi prestasinya adalah anak yang tabah dalam melewati segala rintangan. Disini yang datang paling cepat ke mesjid adalah anak yang tinggi prestasi sekolahnya dan bisa kita buktikan anak yang biasa terlambat ke Mesjid kemudian terlambat kesekolah adalah anak yang rendah prestasinya.

2. Mau bersusah-susah

Kita yang biasa menghafal Alquran terasa sekali ketika akan menambah hafalan, kadang-kadang hafalan sebelumnya yang sudah kita hafal bisa lupa. Disini diperlukan usaha untuk mengulang hafalan lama tersebut. Ketika menghafal pertama kali hafalan tersebut belum begitu masuk kedalam otak, maka dengan seiring mengulang, hafalan tersebut akan masuk kedalam saraf yang paling dalam dan Insya Allah tidak akan lupa lagi. Ketika pertama kali hafal dia baru masuk dikulit saja, belum lagi kesaraf yang paling dalam.

Begitu juga yang biasa memborong belajar ketika ujian , maka ketika ujian mungkin dapat tapi setelah beberapa hari akan hilang kembali. Jadi ilmu yang kita dapat hanya untuk ujian tapi kalau ketika kita belajar disekolah kita perhatikan kemudian diulang-ulang (mau bersusah-susah) asal ada waktu kita ulang kembali maka pelajaran tersebut akan lengket dikepala.

3. Pantang menyerah

Orang yang ingin mendapatkan ilmu, pantang kalah. Pantang sekali menyatakan tidak bisa, sementara orang yang tidak ingin ilmu banyak alasan, ada yang mengatakan ‘saya sudah tua tidak mungkin belajar’ atau ketika melihat orang berhasil dia mengatakan ‘oh ya dia cerdik saya bodoh’. Kalau untuk mendapatkan ilmu harus berprinsip “Orang Bisa Sayapun Harus Bisa”, kita yang memacu diri kita serta mampu untuk menguasai diri.

Inilah beberapa hal yang harus diperhatikan untuk mencari ilmu, mudah-mudahan Allah SWT bimbing kita sehinggga tidak akan menjadi orang yang lupa diri serta menjadi orang yang berilmu.

Ilmu Pengetahuan

Ilmu Pengetahuan

Oleh: H. Zulkifli Imam Said

Firman Allah:

وَعَلَّمَ ءَادَمَ الْأَسْمَاءَ كُلَّهَا ثُمَّ عَرَضَهُمْ عَلَى الْمَلَائِكَةِ فَقَالَ أَنْبِئُونِي بِأَسْمَاءِ هَؤُلَاءِ إِنْ كُنْتُمْ صَادِقِينَ(31) قَالُوا سُبْحَانَكَ لَا عِلْمَ لَنَا إِلَّا مَا عَلَّمْتَنَا إِنَّكَ أَنْتَ الْعَلِيمُ الْحَكِيمُ

Artinya: Dan Dia mengajarkan kepada Adam nama-nama (benda-benda) seluruhnya, kemudian mengemukakannya kepada para Malaikat lalu berfirman: "Sebutkanlah kepada-Ku nama benda-benda itu jika kamu memang orang-orang yang benar!". Mereka menjawab: "Maha Suci Engkau, tidak ada yang kami ketahui selain dari apa yang telah Engkau ajarkan kepada kami; sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana. (QS.Al Baqarah:31-32)

Sebelum ayat 31 ini dimulai, pada ayat ke 30 dimana Allah mengatakan "Sesungguhnya Aku hendak menjadikan seorang khalifah di muka bumi". Allah beri ilmu karena Allah tidak sia-sia meletakkan sesuatu pada tempatnya, bahwa manusia yang menjadi khalifah dan menjadi penguasa dimuka bumi ini. Serta semua binatang, tumbuh-tumbuhan disuruh tunduk dan patuh pada manusia.

Kita sebagai manusia dan Umat Islam dimana-mana masih sangat lemah dengan ilmu. Karena lemah makanya gampang dikuasai oleh orang lain. Seperti yang dikatakan Allah dalam Al Qur’an bahwa yang menjadi manusia sukses itu adalah manusia yang berilmu.

Orang yang berilmu akan memiliki segala-galanya. Ilmu tidak akan didapat begitu saja tanpa belajar. Orang yang belajar ilmunya akan bertambah. Sayangnya banyak sekali orang yang tidak cinta ilmu. Bahkan ada orang yang belajar tapi tidak mendapat apa-apa dari yang dipelajarinya. Ini semua karena tidak ada kesungguhan dalam dirinya. Barangkali inilah yang mesti digenjot bagi anak-anak kita. Bukannya belum berusaha, sudah berusaha tapi masih harus kerja keras lagi.

Ilmu adalah panduan hidup. Akan berbeda orang yang berilmu dengan orang yang tidak berilmu dalam menyelesaikan suatu persoalan. Akan berbeda hidupnya orang yang berilmu dengan orang yang tidak berilmu. Ilmu bisa memudahkan persoalan. Bagi orang yang berilmu hidupnya akan mudah dan bagi yang tidak berilmu hidupnya akan susah.

Ilmu adalah teman setia. Ilmu dibawa kemana-mana bahkan sampai keakhiratpun . Orang yang berilmu akan berada di barisan terdepan dan orang yang tidak memiliki ilmu akan berada dibarisan paling belakang. Untuk itu marui kita mencari ilmu sampai akhir hayat kita

BERLEPAS DIRI

BERLEPAS DIRI

Oleh : H. Zulkifli Imam Said

Firman Allah :

وَإِذَا قِيلَ لَهُمُ اتَّبِعُوا مَا أَنْزَلَ اللَّهُ قَالُوا بَلْ نَتَّبِعُ مَا أَلْفَيْنَا عَلَيْهِ ءَابَاءَنَا أَوَلَوْ كَانَ ءَابَاؤُهُمْ لَا يَعْقِلُونَ شَيْئًا وَلَا يَهْتَدُونَ

Artinya : “Dan apabila dikatakan kepada mereka: "Ikutilah apa yang telah diturunkan Allah," mereka menjawab: "(Tidak), tetapi kami hanya mengikuti apa yang telah kami dapati dari (perbuatan) nenek moyang kami". "(Apakah mereka akan mengikuti juga), walaupun nenek moyang mereka itu tidak mengetahui suatu apa pun, dan tidak mendapat petunjuk?"

(Q.S. Albaqarah:170).

Di surat Al-Baqarah ayat 168 dan 169 Allah katakan bahwa di akhirat nanti akan berlepas diri orang yang diikut dari orang yang mengikut dan adanya penyesalan dari orang yang mengikut dan penyesalannya itu tiada ada artinya.

Sekarang diayat 170 Allah SWT gambarkan bahwa ada orang yang berbuat yang tidak benar, mereka hanya mengikuti apa yang telah dibuat nenek moyang mereka.

Kita yang diizinkan mengetahui informasi dari Alqur’an ini untuk tidak mengikuti yang salah, walaupun yang melakukan itu bapak atau nenek moyang kita. Sebagai generasi yang akan datang harus pandai membaca apa yang telah dibuat generasi terdahulu. Kelebihan mereka kita tiru dan kekurangan mereka kita tinggalkan sehingga kita akan menjadi generasi unggulan.

Kita dilarang mengikut yang salah dan disuruh mengikut yang benar walaupun yang melakukan orang kafir, kalau benar maka kita ikuti karena yang benar itu pasti datang dari Allah SWT (ALHAQQU MIRRABBIKA)

Allah ingatkan kita dengan Wal ‘Asri maka kita coba terjemahkan dalam kehidupan kita. Kita tidak mau menjadi Ghofilun (lalai) karena ini akan menghambat kemajuan kita.

Ada rumah makan di beberapa kotai yang khas dengan ayam gorengnya. Ternyata kelebihannya, setelah ayam di sembelih langsung digoreng tidak dibiarkan terletak dahulu. Jadi nampak, untuk menginginkan hasil terbaik tidak boleh lalai.

Kalau kita lihat orang tua kita lalai, maka kita tidak akan ikuti dan kita ingatkan mereka tentang bahayanya jika lalai dalam hidup ini. Kita hormat kepada orang tua, tapi apa yang salah dari mereka tidak akan kita ikuti, jangan kemalasan orang tua menjadikan alasan untuk berbuat hal yang sama. Kita harus punya jati diri, kita ingin sukses tanpa menumpang kesuksesan orang tua.

Mudahan-mudahan kita bisa menjadi yang terbaik, dari yang baik. Amin

BEKAS-BEKAS KEHIDUPAN

BEKAS-BEKAS KEHIDUPAN

oleh :

H. ZULKIFLI IMAM SAID

Firman Allah

أَوَلَمْ يَهْدِ لَهُمْ كَمْ أَهْلَكْنَا مِنْ قَبْلِهِمْ مِنَ الْقُرُونِ يَمْشُونَ فِي مَسَاكِنِهِمْ إِنَّ فِي ذَلِكَ لَآيَاتٍ أَفَلَا يَسْمَعُونَ


Artinya : Dan apakah tidak menjadi petunjuk bagi mereka, berapa banyak umat-umat sebelum mereka yang telah Kami binasakan sedangkan mereka sendiri berjalan di tempat-tempat kediaman mereka itu. Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat tanda-tanda (kekuasaan Tuhan). Maka apakah mereka tidak mendengarkan (memperhatikan)?(Q.S. As-Sajdah:26)

Allah menerangkan kepada kita dalam ayat ini, “Apakah tidak menjadi petunjuk bagi kamu dengan bekas-bekas yang ada di sekitarmu”. Orang yang bisa merenungkan ayat ini akan tenang hidupnya, jauh dari kegelisahan karena dia paham untuk apa hidup ini.

Kita lihatlah di bumi ini, tempat kita berada sekarang adalah bekas-bekas kuburan orang terdahulu. Tempat kita berjalan sekarang juga jalan yang pernah dilalui orang dahulu dan sekarang mereka tidak ada lagi. Rumah yang ditempati sekarang juga pernah ditempati oleh orang terdahulu. Orang terdahulu telah melewati ini semua dan sekarang mereka sudah tidak ada lagi. Begitu juga kita sekarang, kita yang melewati kemudian kita pula yang akan dipanggil oleh Allah SWT

Orang yang mengambil hidayah atau petunjuk dari bekas-bekas yang ada dibumi ini maka akan bahagia. Dia sadar, orang pernah ada disini dan sekarang tidak ada lagi. Ketika kita bangun di pagi hari kita buka mata kita lalu berdoa kepada Allah, “Ya Allah bahagiakanlah hambaMu ini dan mudahkanlah urusan hambaMu”. Dengan kekuatan doa ini kita bisa menikmati hidup yang indah serta jauh dari stress.

Hidup dengan mengumpulkan poin-poin kebenaran. Orang yang benar, hidupnya akan bahagia karena dia hidup tanpa problem, tidak punya masalah. Masalah dalam hidupnya ketika dia merasa amalnya kurang, imannya berkurang.

Orang yang tidak ada masalah dalam hidupnya akan sehat. Kenapa bisa sehat?. Karena dia hidup selalu dalam kebahagiaan jauh dari stress. Bahagia adalah salah satu kunci menuju hidup sehat. Semua orang bisa sehat kalau benar cara hidupnya. Allah perintahkan kita untuk beribadah dan ibadah yang Allah perintahkan benar-benar sesuai dengan kemampuan kita, tidak memberatkan.

Allah ingin kita bahagia, tidak menyusahkan tapi kita yang memberatkan dan banyak yang malas. Untuk itu mari kita jadikan ayat ini sebagai renungan bahwa kita pun akan meninggalkan bekas kita didunia, maka tinggalkanlah bekas yang baik.