Selasa, 03 Februari 2009

MEMELIHARA PANDANGAN

MEMELIHARA PANDANGAN

OLEH: H. ZULKIFLI IMAM SAID


Firman Allah dalam QS An Nur 30-31 :

Dalam surat an-Nur ayat 30 dan 31 di atas Allah mengatakan, “katakanlah kepada laki-laki yang beriman, hendaklah mereka memelihara pandangan dan menjaga dirinya yang demikian itu sangat baik bagi mereka dan menjaga dirinya yang demikian itu sangat baik bagi mereka dan Allah akan mengabarkan apa yang telah mereka perbuat. Dan katakanlah kepada wanita beriman, hendaklah mereka menahan pandangannya dan menjaga dirinya”.

Mengapa Allah suruh kita untuk menundukkan pandangan. Pandangan itu sangat berbahaya dan pandangan juga bisa sangat bermanfaat. Pandangan digunakan untuk kebaikan untuk menuntut ilmu dan pandangan digunakan untuk mendengarkan ilmu. Tapi kalau salah guna akan sangat berbahaya sekali. Bisa terjadi pembunuhan, perceraian rumah tangga dan tindak kejahatan lainnya.

Misalnya Amerika melihat Irak dan Iran kaya, lalu timbul nafsu jahat untuk merebut kekayaan itu. Amerika adalah Negara yang besar dan kuat, jadi mudah menguasai Irak dan Iran yang masih lemah pertahanan negaranya. Beginilah jahatnya nafsu. Adanya juga rumah tangga yang harmonis akhirnya menjadi hancur karena nafsu telah menguasai salah satu dari mereka.

Makanya Islam melarang dan memerintahkan untuk menundukkan pandangan. Allah perintahkan jangan layangkan pandangan pada orang-orang yang kami berikan perhiasan dunia. Kita lihat mengapa Qarun itu dikagumi, Al Qur’an mengatakan bahwa Qarun adalah orang yang gagal tapi orang-orang yang dizamannnya waktu itu sangat mengagumi Qarun karena kemewahan, kemegahan, harta, pangkat dan kedudukannya. Mereka mengira bahwa Qarun adalah orang yang sangat berbahagia padahal dia adalah orang yang celaka.

Begitu juga dalam pendengaran, dalam mendengarkan berita jangan lansung dipercayai kebenarannya. Berhati-hatilah menggunakan mata dan telinga ini. Keduanya sangat berpengaruh dalam kehidup ini . Jika kedua hal ini telah rusak maka rusak pulalah hatinya.

LARANGAN MENDEKATI ZINA

LARANGAN MENDEKATI ZINA

OLEH: H. ZULKIFLI IMAM SAID

Firman Allah :

Ÿوَلَا تَقْرَبُوا الزِّنَا إِنَّهُ كَانَ فَاحِشَةً وَسَاءَ سَبِيلًا

Artinya: Dan jangan kamu mendekati zina, sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji dan suatu jalan yang buruk.(QS. Al- Israa: 32)

Dalam ayat di atas Allah mengatakan “janganlah kamu dekati apa-apa yang akan mengarahkan kamu kepada perbuatan yang sangat keji dan buruk. Hari ini, system kta betul yang salah. Membuka pintu zina ini selebar-lebarnya sehingga masyarakat kita menjadi sangat rusak.

Banyak hal-hal yang mengantarkan manusia pada perzinahan baik melalui TV, radio, computer, Koran, majalah atau apa saja yang bisa mengarah kesana. Banyak orang sekarang, baik anak-anak, remaja, dewasa bahkan yang telah tua berpacaran. Pacaran adalah sekeji dan seburuk-buruknya pekerjaan. Padahal jauh sekali perbedaan antara pacaran dan pernikahan.

Sewaktu Ijab Kabul diucapkan, Allah telah menanamkan rasa kasih saying pada pasangan tersebut. Sedangkan ketika saat orang berpacaran yang memberikan rasa kasih saying itu adalah syaitan. Tapi bukan menanamkan kasih sayang hanya membunga-bungai menjadikan yang jelek menjadi indah. Pernikahan menjadikan yang haram menjadi halal. Dengarlah peringatan yang telah Allah sampaikan pada kita. Jangan sampai kita tergelincir pada lumpur dosa dan penyesalan yang tiada berakhir.

Banyak terjadi perkosaan, melakukan hubungan suami istri atas dasar pacaran dan suka sama suka dan bahkan ada yang berakhir dengan pembunuhan. Ini diakibatkan karena system yang salah. Orang tua tidak menjaga dan membesarkan anak-anaknya dengan nilai-nilai Islam. Di sekolah juga kurang disiplin dalam membatasi pergaulan murid laki-laki dan murid perempuan.

Al-Qur’an adalah system yang paling benar. Allah mengetahui tentang kita baik dari segi kebaikan maupun keburukan kita. Jadi berhati-hatilah dalam berteman dan sibukkanlah diri kita untuk hal-hal yang bermanfaat. Jauhkan diri dari pergaulan bebas yang ujung-ujungnya berakhir malapetaka. Mudah-mudah-mudahan dengan sitem pesantren dan kembali ke surau, kita kita dapat meningkatkan keimanan dan ketakwaan kita kepada Allah.

KEESAAN ALLAH

KEESAAN ALLAH

oleh :

H. ZULKIFLI IMAM SAID

Firman Allah:

قُلْ هُوَ اللَّهُ أَحَدٌ(1)اللَّهُ الصَّمَدُ(2)لَمْ يَلِدْ وَلَمْ يُولَدْ(3)وَلَمْ يَكُنْ لَهُ كُفُوًا أَحَدٌ(4)

Artinya: Katakanlah: "Dia-lah Allah, Yang Maha Esa, Allah adalah Tuhan yang bergantung kepada-Nya segala sesuatu. Dia tiada beranak dan tiada pula diperanakkan, dan tidak ada seorang pun yang setara dengan Dia". (QS. Al Ikhlash:1-4)

Allah menyuruh Nabi kita, (قُلْ) katakan. Huwa itu maksudnya Allah. Maksudnya itu, Allah adalah sumber segala-galanya. (قُلْ هُوَ اللَّهُ أَحَدٌ) Katakanlah: "Dia-lah Allah, Yang Maha Esa. Kita hidup tapi hidup kita tidak sama dengan Allah. Kita dihidupkan sedang Allah tidak dihidupkan tapi Maha Hidup. Kita dihidupkan ada awalnya dan ada pula batas akhir hidup kita.

Kita mengetahui karena Allah yang memberi tahu kita. Tapi Allah Maha Mengetahui. Sehingga Nabi kita mengatakan, “Seandainya ada semut hitam di batu yang hitam dan dalam keadaan gelap gulita tetap akan terlihat oleh Allah Swt. Jadi keyakinan-keyakinan ini harus duduk pada umat islam. Kalau tidak berarti tidak punya tauhid. Hati ini harus benar-benar yakin dengan kekuatan Allah. Harus yakin bahwa Allah melihat kita.

Kita sebagai manusia, siapapun kita dan kekuasaan yang dimiliki tetap melalui sebuah proses. Sedang Allah tidak melalui proses apapun. ”Dia tiada beranak dan tiada pula diperanakkan”, jelas maksud ayat ini bahwa Allah tidak melalui proses. Tapi alam ciptaan Allah semuanya melalui proses. Allah menyuruh kita meminta kepada-Nya. (اللَّهُ الصَّمَدُ) tidak meminta pada yang lain.

Kata Nabi, jadikan dirimu budak Allah maka yang lain tidak akan memperbudakmu. Tapi jika kita tidak menjadikan diri sebagai budak Allah maka orang lain akan memperbudak kita. Lebih baik kita memiliki 1 pimpinan dari pada banyak pimpinan yang menyuruh kita ini itu dan membuat kita bingung saja. Sedang Allah jelas perintahnya dan jelas imbalannya.

Orang yang menjadi budak Allah akan disejukkan hatinya dan diberi petunjuk. Dengan petunjuk inilah hatinya jalan. Kalau tidak seperti ini maka manusia akan hidup dalam kegelapan. Syaid Qutub mengatakan, “Allah tunjukkan jalan yang terang dan jalan yang penuh kasih sayang tapi dia justru masuk kedalam lumpur-lumpur jahiliah. Maka dia adalah manusia yang paling bodoh.

Hendaknya dengan segala kerendahan hati meminta pada Allah agar dibukakan jalan yang benar. Seperti ketika berbuat salah langsung beristigfar memohon ampunan Allah. Kalau seperti ini yang kita terapkan, masya Allah tidak terbayangkan kekuatan Islam yang akan terkumpul

ISTIQAMAH

ISTIQAMAH

Oleh : H. Zulkifli Imam Said

Firman Allah QS. Al-Ahqaf : 13

إِنَّ الَّذِينَ قَالُوا رَبُّنَا اللَّهُ ثُمَّ اسْتَقَامُوا فَلَا خَوْفٌ عَلَيْهِمْ وَلَا هُمْ يَحْزَنُونَ

Artinya : ”Sesungguhnya orang-orang yang mengatakan: "Tuhan kami ialah Allah", kemudian mereka tetap istiqamah maka tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan mereka tiada (pula) berduka cita”.(Q.S. Al Ahqaaf:13)

Dalam ayat ini kita diperintah untuk istiqamah. Istiqamah berasal dari kata mustaqim yang berarti lurus. Jadi orang yang istiqamah adalah orang yang tetap berada dijalan yang lurus, kalau dijalan yang berkelok maka tidak istiqamah namanya.

Apapun aktifitas kita, maka kita tetap harus istiqamah. Misalnya soal bangun pagi, di bulan Ramadhan kita bangun jam 3.30 WIB atau jam 04.00 WIB, maka kita istiqamah apa yang telah kita programkan itu tidak hanya di dalam bulan ramadhan tetapi juga di luar bulan ramadhan. Kesempatan ini kita gunakan untuk melakukan shalat tahajjut atau untuk makan sahur puasa sunat.

Orang yang berhasil adalah orang yang istiqamah. Misalnya berkebun, selama seminggu kita rawat, digemburkan tanahnya setelah itu kita biarkan pula seminggu, tanaman yang mekar hasil karya kita seminggu langsung rusak karena tidak dirawat, jelas tidak membuahkan hasil kalau tidak istiqamah.

Pedagang yang tidak istiqamah juga tidak bisa memperoleh hasil yang maksimal. Sekarang dia buka jam 7 besok jam 8 lalu jam 9 kemudian jam 8 lagi, jelas membuat bingung pelanggan dan ini tidak membuahkan hasil yang maksimal.

Sebenarnya untuk istiqamah, orang Islam lah yang harusnya terlebih dahulu untuk istiqamah dalam hidup. Kita ada ibadah shalat yang menyuruh kita untuk istiqamah. Kita istiqamah shalat 5 kali sehari dengan waktu yang telah ditentukan, orang yang benar menjaga waktu shalatnya maka akan lahir sikap istiqamah dalam hidupnya. Kalau magrib dia shalat kemudian isya tidak maka dia tidak akan bisa diajak kerja sama karena dia orang yang tidak istiqamah. Orang yang tidak istiqamah akan jauh dari kebaikan sedangkan orang yang istiqamah (perjuangannya) tinggi, rela berkorban untuk menjaga keistiqamahannya.

Orang yang istiqamah berada dijalan Allah maka malaikat akan turun kepadanya. Malaikat lambang kebaikan, jadi orang yang istiqamah akan turun kebaikan pada dirinya.

Alhamdulillah nikmat yang kita rasakan ketika mau istiqamah dalam kebaikan, terasa sekali kemudahan yang Allah berikan. Tidak terpikir sebelumnya oleh kita lalu ada saja ilham dihati untuk mengerjakannya, setelah dikerjakan ternyata mendatangkan keuntungan yang banyak. Maka merugilah orang yang tidak mau istiqamah dalam hidupnya.

Kalau kita lihat yang paling berharga dalam hidup ini adalah kesehatan, setelah itu adalah harta. Orang yang tidak turun malaikat kepadanya atau tidak turun kebaikan kepadanya maka akan susahlah hidupnya. Allah beri kesehatan, kalau mau pergi jauh tidak bisa karena harta tidak ada. Begitu juga Allah berikan harta tapi kita sakit, ini juga berat dan lebih berat lagi kita sakit harta tidak ada. Jangankan untuk membeli obat, membeli makan saja tidak bisa.

Untuk itu mari kita jadikan ayat ini untuk memacu diri kita agar tetap istiqamah dalam kebaikan, istiqamah dalam ibadah, menjaga kesehatan dan istiqamah dalam mencari rezki yang halal sehingga kita terhindar dari kesulitan hidup didunia maupun diakhirat.

Alhamdulillah nikmat yang kita rasakan ketika mau istiqamah dalam kebaikan, terasa sekali kemudahan yang Allah berikan. Tidak terpikir sebelumnya oleh kita lalu ada saja ilham dihati untuk mengerjakannya, setelah dikerjakan ternyata mendatangkan keuntungan yang banyak. Maka merugilah orang yang tidak mau istiqamah dalam hidupnya.

Islam Kaffah

Islam Kaffah

oleh :

H. ZULKIFLI IMAM SAID

Firman Allah:

يَاأَيُّهَا الَّذِينَ ءَامَنُوا ادْخُلُوا فِي السِّلْمِ كَافَّةً وَلَا تَتَّبِعُوا خُطُوَاتِ الشَّيْطَانِ إِنَّهُ لَكُمْ عَدُوٌّ مُبِينٌ(208)

Artinya: Hai orang-orang yang beriman, masuklah kamu ke dalam Islam secara keseluruhannya, dan janganlah kamu turut langkah-langkah syaitan. Sesungguhnya syaitan itu musuh yang nyata bagimu.( QS. Al Baqarah:208)

Allah mengingatkan kita orang-orang yang beriman agar masuk kedalam Islam secara sempurna. Sempurna dalam arti kata tidak terikuti langkah-langkah syaitan.

Ada beberapa ciri-ciri orang yang masuk kedalam islam secara menyeluruh dan sempurna:

1. Mengerjakan atau meninggalkan sesuatu karena Allah Swt.

Tidak mau berbohong bukan karena takut pada manusia tapi takut pada Allah. Mengerjakan shalat, puasa dan berhaji bahkan berbuat baik demi mendapat keridhoan Allah. Apa yang tiak Allah sukai ditinggalkannya karena takut murka Allah.

2. Tidak mengharap imbalan dan sanjungan dari manusia.

Bagi manusia, jika kita menguntungkan dia maka dia akan baik pada kita. Tapi jika kita tidak memberi keuntungan lagi padanya maka dia akan menjadi musuh kita. Kata Imam Ghazali, Orang-orang yang bersahabat karib tatkala memiliki kepentingan yang berbeda akan menjadi musuh. Bahkan anak bisa menjadi musuh orang tuanya.

3. Sangat mengharap balasan dari Allah Swt.

Apapun yang dilakukannya dia selalu bergantung dan meminta pertolongan pada Allah. Sekecil apapun yang dikerjakannya dia meminta kekuatan pada Allah. Pada waktu makan dia betul-betul meminta agar apa yang dimakannya akan membuat dia sehat.

Ketika berkendaraan membaca bismillah mengharap keselamatan dari Allah. Belajar dan berusahapun juga mengharap ridho Allah agar diberi kemudahan dalam menghadapinya.

4. Sangat takut akan dosa dan azab Allah Swt.

Orang yang mau menahan nafsunya agar tidak tergelincir kedalam dosa. Dia tidak ingin memakan sesuatu yang berasal dari sumber yang haram. Daging yang tumbuh dari yang haram, nerakalah tempatnya. Ingatlah jika dewasa nanti pastikanlah kita bekerja ditempat yang jelas sumber uangnya itu halal.

5. Sangat harap pada buah kebaikan.

Seperti kisah Ashabul Kahfi yang selamat terkurung dari dalam goa karena kebaikan yang pernah dilakukannya. Oleh karena itu perbanyaklah amal kebaikan dan niatkan segala sesuatu itu karena Allah. Semua itu insya Allah tidak sia-sia disisi Allah.

Mudah-mudahan kita bisa amalkan kelima-lima ini. Bermohon kepada Allah agar kita betul-betul menjadi umat-Nya yang paham akan perintah dan larangan Allah. Insya Allah akan selamat dunia dan akhirat.

IMAN DAN ILMU

IMAN DAN ILMU

Oleh : H. Zulkifli Imam Said


Firman Allah Q.S. Al-Mujadilah : 11

يَاأَيُّهَا الَّذِينَ ءَامَنُوا إِذَا قِيلَ لَكُمْ تَفَسَّحُوا فِي الْمَجَالِسِ فَافْسَحُوا يَفْسَحِ اللَّهُ لَكُمْ وَإِذَا قِيلَ انْشُزُوا فَانْشُزُوا يَرْفَعِ اللَّهُ الَّذِينَ ءَامَنُوا مِنْكُمْ وَالَّذِينَ أُوتُوا الْعِلْمَ دَرَجَاتٍ وَاللَّهُ بِمَا تَعْمَلُونَ خَبِيرٌ


Artinya : ”Hai orang-orang yang beriman, apabila dikatakan kepadamu: "Berlapang-lapanglah dalam majelis", maka lapangkanlah, niscaya Allah akan memberi kelapangan untukmu. Dan apabila dikatakan: "Berdirilah kamu, maka berdirilah, niscaya Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat. Dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan” (Q.S. Almujaadilah:11).

Ayat ini mengatakan orang beriman dan berilmu akan diangkat oleh Allah beberapa derajat. Orang beriman adalah orang yang mempunyai keyakinan kuat tidak berubah-ubah kepada Allah SWT, tidak sama orang beriman dengan yang tidak beriman. Orang beriman tidak ada yang diharapkannya selain balasan dari Allah sedangkan orang yang tidak beriman yang diharapkannya pujian orang, ada udang dibalik batu seperti menangkap ikan , kelihatannya makanan ternyata dibalik makanan ada besi runcing yang siap menerkamnya.

Orang beriman ketika menolong orang, tidak mengharapkan balasan dari orang yang ditolongnya, dia hanya mengharapkan balasan dari Allah SWT. Begitu juga dia tidak akan mau menzalimi orang lain karena dia takut Allah akan membalasnya.

Seperti Sulaiman ketika ditawari harta oleh Ratu Balqis, Sulaiman tidak menerima dan mengatakan harta yang diberi Tuhanku lebih baik. Beda sekali sikap rohani yang berisi dengan iman. Seperti Yusuf, dengan kekuatan iman mampu mengelak dari ajakan wanita cantik. Yusuf mampu mengatakan “Penjara Lebih Aku ingini Dari Pada Mengikuti Keinginan Wanita”. Masya Allah, padahal kalau dia mau mengikuti ajakan wanita tersebut, dia akan aman karena yang mengajaknya pejabat kerajaan, kalau pejabat yang melakukan kesalahan maka kesalahan itu bisa ditutupi, tapi yang dilakukannya menentang ajakan wanita tersebut.

Orang-orang beriman banyak sekali keistimewaannya, diantaranya selalu berbuat baik, mau menanggung resiko, tinggi kejujurannya. Ketika Nabi Ayub a.s diserang penyakit sehingga ditinggal pergi anak dan istrinya,dia mampu mengatakan “Penderitaanku berat tapi Tuhanku Maha Pengasih dan Penyayang”. Karena kekuatan iman dan ketabahan, Nabi Ayub akhirnya sehat dan anak beserta istri kembali kepadanya.

Diayat ini Allah juga mengangkat orang berilmu beberapa derajat. Sebelumnya telah kita sampaikan 7 keutamaan dari banyaknya keutamaan yang didapat orang berilmu yaitu : 1.Memudahkan urusan, 2. Mendatangkan rezeki, 3. Memperkuat keimanan, 4. Akan mulia, 5. Dijadikan pemimpin, 6. Memperpendek waktu, 7. Alat kesuksesan.

Untuk mendapatkan ilmu itu tidaklah mudah. Ada beberapa hal yang harus kita perhatikan diantaranya :

1. Tabah

Untuk mendapatkan ilmu harus tabah. Kita lihat balita dalam proses pertumbuhannya diawali dengan demam, sehingga ketika demam orang akan katakan “Demam Penambah Ilmu”. Ketika pertumbuhan dari duduk ke berdiri, berdiri ke berjalan biasanya diawali dengan demam, nampak bayi pun untuk menambah ilmu harus dengan bersusah payah dahulu. Anak yang tinggi prestasinya adalah anak yang tabah dalam melewati segala rintangan. Disini yang datang paling cepat ke mesjid adalah anak yang tinggi prestasi sekolahnya dan bisa kita buktikan anak yang biasa terlambat ke Mesjid kemudian terlambat kesekolah adalah anak yang rendah prestasinya.

2. Mau bersusah-susah

Kita yang biasa menghafal Alquran terasa sekali ketika akan menambah hafalan, kadang-kadang hafalan sebelumnya yang sudah kita hafal bisa lupa. Disini diperlukan usaha untuk mengulang hafalan lama tersebut. Ketika menghafal pertama kali hafalan tersebut belum begitu masuk kedalam otak, maka dengan seiring mengulang, hafalan tersebut akan masuk kedalam saraf yang paling dalam dan Insya Allah tidak akan lupa lagi. Ketika pertama kali hafal dia baru masuk dikulit saja, belum lagi kesaraf yang paling dalam.

Begitu juga yang biasa memborong belajar ketika ujian , maka ketika ujian mungkin dapat tapi setelah beberapa hari akan hilang kembali. Jadi ilmu yang kita dapat hanya untuk ujian tapi kalau ketika kita belajar disekolah kita perhatikan kemudian diulang-ulang (mau bersusah-susah) asal ada waktu kita ulang kembali maka pelajaran tersebut akan lengket dikepala.

3. Pantang menyerah

Orang yang ingin mendapatkan ilmu, pantang kalah. Pantang sekali menyatakan tidak bisa, sementara orang yang tidak ingin ilmu banyak alasan, ada yang mengatakan ‘saya sudah tua tidak mungkin belajar’ atau ketika melihat orang berhasil dia mengatakan ‘oh ya dia cerdik saya bodoh’. Kalau untuk mendapatkan ilmu harus berprinsip “Orang Bisa Sayapun Harus Bisa”, kita yang memacu diri kita serta mampu untuk menguasai diri.

Inilah beberapa hal yang harus diperhatikan untuk mencari ilmu, mudah-mudahan Allah SWT bimbing kita sehinggga tidak akan menjadi orang yang lupa diri serta menjadi orang yang berilmu.

Ilmu Pengetahuan

Ilmu Pengetahuan

Oleh: H. Zulkifli Imam Said

Firman Allah:

وَعَلَّمَ ءَادَمَ الْأَسْمَاءَ كُلَّهَا ثُمَّ عَرَضَهُمْ عَلَى الْمَلَائِكَةِ فَقَالَ أَنْبِئُونِي بِأَسْمَاءِ هَؤُلَاءِ إِنْ كُنْتُمْ صَادِقِينَ(31) قَالُوا سُبْحَانَكَ لَا عِلْمَ لَنَا إِلَّا مَا عَلَّمْتَنَا إِنَّكَ أَنْتَ الْعَلِيمُ الْحَكِيمُ

Artinya: Dan Dia mengajarkan kepada Adam nama-nama (benda-benda) seluruhnya, kemudian mengemukakannya kepada para Malaikat lalu berfirman: "Sebutkanlah kepada-Ku nama benda-benda itu jika kamu memang orang-orang yang benar!". Mereka menjawab: "Maha Suci Engkau, tidak ada yang kami ketahui selain dari apa yang telah Engkau ajarkan kepada kami; sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana. (QS.Al Baqarah:31-32)

Sebelum ayat 31 ini dimulai, pada ayat ke 30 dimana Allah mengatakan "Sesungguhnya Aku hendak menjadikan seorang khalifah di muka bumi". Allah beri ilmu karena Allah tidak sia-sia meletakkan sesuatu pada tempatnya, bahwa manusia yang menjadi khalifah dan menjadi penguasa dimuka bumi ini. Serta semua binatang, tumbuh-tumbuhan disuruh tunduk dan patuh pada manusia.

Kita sebagai manusia dan Umat Islam dimana-mana masih sangat lemah dengan ilmu. Karena lemah makanya gampang dikuasai oleh orang lain. Seperti yang dikatakan Allah dalam Al Qur’an bahwa yang menjadi manusia sukses itu adalah manusia yang berilmu.

Orang yang berilmu akan memiliki segala-galanya. Ilmu tidak akan didapat begitu saja tanpa belajar. Orang yang belajar ilmunya akan bertambah. Sayangnya banyak sekali orang yang tidak cinta ilmu. Bahkan ada orang yang belajar tapi tidak mendapat apa-apa dari yang dipelajarinya. Ini semua karena tidak ada kesungguhan dalam dirinya. Barangkali inilah yang mesti digenjot bagi anak-anak kita. Bukannya belum berusaha, sudah berusaha tapi masih harus kerja keras lagi.

Ilmu adalah panduan hidup. Akan berbeda orang yang berilmu dengan orang yang tidak berilmu dalam menyelesaikan suatu persoalan. Akan berbeda hidupnya orang yang berilmu dengan orang yang tidak berilmu. Ilmu bisa memudahkan persoalan. Bagi orang yang berilmu hidupnya akan mudah dan bagi yang tidak berilmu hidupnya akan susah.

Ilmu adalah teman setia. Ilmu dibawa kemana-mana bahkan sampai keakhiratpun . Orang yang berilmu akan berada di barisan terdepan dan orang yang tidak memiliki ilmu akan berada dibarisan paling belakang. Untuk itu marui kita mencari ilmu sampai akhir hayat kita